422

PAKKMBTN

Kompetensi

Teknik Prediksi Risiko & Pengendalian Dampak Radiasi
Pengendalian Penyakit Menular & Aplikasi Kedokteran Nuklir
Deteksi Penyebab Penyakit Malagizi dan Gangguan Kesehatan Akibat Pencemaran Lingkungan
Biomaterial dan Bahan Pangan Steril untuk Keperluan Klinik

Laboratorium

Lain-Lain

Galeri

 

Link


   




Bookmark and Share

PENDAHULUAN

Pusat Acuan dan Kepakaran Kesehatan Masyarakat Berbasis Teknologi Nuklir (PAKKMBTN) adalah Sasaran Utama BATAN Bidang Bioteknologi dan Kesehatan. PAKKMBTN merupakan center of excellence untuk pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan masyarakat dan untuk pusat informasi keselamatan dan kesehatan radiasi. Misi dari PAKKMBTN adalah melakukan inovasi IPTEK, promosi hasil inovasi, membimbing Pengguna teknologi nuklir di bidang kesehatan masyarakat serta memberikan layanan bimbingan dan informasi keselamatan dan kesehatan radiasi.

Aplikasi teknik nuklir di bidang kesehatan masyarakat ditujukan pada

  1. Prediksi risiko dan pengendalian dampak radiasi pengion pada kesehatan masyarakat.
  2. Pengendalian penyakit menular dan aplikasi bidang kedokteran nuklir. Kegiatan terutama diarahkan pada teknik pengendalaian populasi vektor penyakit dan deteksi dini penyakit.
  3. Deteksi penyebab penyakit malagizi dan gangguan kesehatan akibat pencemaran lingkungan. Kegiatan diarahkan pada teknik pengukuran kandungan unsur mineral esensial pada spesimen tubuh manusia dan lingkungan.
  4. Pembuatan biomaterial dan bahan pangan steril untuk keperluan klinik.

PAKKMBTN terdiri dari gugus tugas, laboratorium, inkubator teknologi dan portal elektronik. Gugus Tugas terdiri dari pakar dan teknisi dengan latar belakang akademik dan keahlian yang sesuai dengan kompetensi inti.

 

Kondisi Umum Kesehatan Masyarakat

Sebagian besar penduduk Indonesia masih digolongkan hidup di bawah ambang batas kemiskinan yang juga mencerminkan kualitas kesehatan yang rendah. Belum sempat hasil pembangunan mampu mengangkat tingkat kesehatan masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan ke tingkat yang layak, krisis multi dimensi yang melanda bangsa Indonesia dari tahun 1998 memicu berbagai hal yang menyebabkan penurunan tingkat kesehatan masyarakat yang pernah ada. Permasalahan khusus di bidang kesehatan masyarakat, yaitu timbulnya kembali penyakit yang sebelumnya telah berhasil ditekan serendah mungkin, seperti demam berdarah dengue, malaria, TBC dan penyakit infeksi cacing Filaria (kaki gajah).

Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program penanggulangan penyakit menular dan program peningkatan layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat ekonomi rendah sangat mendesak. Teknologi nuklir mempunyai potensi besar untuk memberikan kontribusi dalam usaha peningkatan kualitas kesehatan. Tabel 1 menampilkan potensi iptek nuklir untuk memecahkan masalah kesehatan yang ada di Indonesia.

Tabel 1. Permasalahan umum kesehatan masyarakat dan kontribusi pemecahan dengan teknik nuklir.

No Permasalahan Kesehatan Masyarakat Kontribusi Pemecahan
1 Penyakit tertunda akibat pajanan radiasi pengion Deteksi dengan Analisis Sitogenetik (aberasi kromosom stabil)
2 Penyakit bervektor binatang (demam berdarah dengue dan malaria) Teknik Serangga Mandul (TSM) dan pembuatan vaksin dengan radiasi gamma
3 Infeksi Helicobacter pylori Deteksi dini infeksi dengan UNU - 14C (Urea Breath Test)
4 Infeksi Cacing Filaria Deteksi dini dengan pelacak zat radioaktif
5 Resistensi TBC terhadap obat Sidik gen dengan pelacak zat radioaktif
6 Infeksi Human Papilloma Virus Sidik gen dengan pelacak zat radioaktif
7 Kanker Kedokteran Nuklir
8 Hipotiroid pada ibu hamil dan bayi Deteksi dini dengan Teknik RIA
9 Bahan Pengemban sintetis untuk radiofarmaka Sintesa bahan biometabolik
10 Penyakit Malnutrisi Deteksi dini dengan Teknik Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
11 Keracunan kontaminan lingkungan dengan berbagai cara memasuki tubuh manusia Perunutan zat kontaminan dengan AAN
12 Bone defect dan luka jaringan tubuh Pembuatan biomaterial dengan teknik radiasi pengion untuk keperluan klinik
13 Cemaran virus HIV dan Hepatitis (HBV dan HCV) pada cadangan darah tranfusi Deteksi dengan Teknik Biologi Molekuler Berbasis Nuklir
14 Keterbatasan teknologi sterilisasi bahan pangan untuk pasien dengan imunitas rendah Pangan yang disterilkan dengan radiasi pengion

 

Penerimaan masyarakat terhadap aplikasi teknologi nuklir

Penerimaan masyarakat terhadap kehadiran teknologi nuklir di ruang publik, sulit untuk diingkari keberadaanya. Adanya permasalahan penerimaan masyarakat terhadap teknologi nuklir harus direspon secara proporsional dan arif. Mengingat bahwa implementasi pemanfatan teknologi nuklir baik untuk sumber energi maupun non energi, saat ini sangat diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, maka masalah penerimaan masyarakat terhadap aplikasi teknik nuklir harus segera diselesaikan. Untuk itu sangat dibutuhkan kebijakan strategik yang lebih tepat dalam menumbuhkan keyakinan masyarakat terhadap jaminan keselamatan yang handal bagi masyarakat dalam ruang publik yang memanfaatkan teknologi nuklir. Strategi yang lebih tepat tersebut adalah suatu unjuk kinerja yang merefleksikan kemampuan dalam memberikan jaminan keselamatan secara handal bagi masyarakat.

Diharapkan, dengan intensifikasi aplikasi teknologi nuklir di ruang lingkup kesehatan selain memberikan kontribusi nyata terhadap permasalahan kesehatan masyarakat yang merupakan program utama pemerintah, juga masalah penerimaan masyarakat terhadap teknologi nuklir di berbagai aspek bidang aplikasi, dapat ditangani secara cerdas dan sopan. Cerdas diterjemahkan sebagai strategi yang langsung masuk pada ruang pribadi dan simpati masyarakat, yaitu dengan memberikan kontribusi nyata pewujudan masyarakat yang sehat. Sopan diterjemahkan sebagai sikap yang jauh dari pendekatan legal formal dengan menggunakan kekuatan, dan sikap yang memberikan ruang kebebasan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan penerimaan masyarakat terhadap teknologi nuklir. Intensifikasi aplikasi teknologi nuklir di bidang kesehatan ini akan diwujudkan dalam pembentukan suatu center of excellent yang disebut sebagai Pusat Acuan dan Kepakaran Kesehatan Masyarakat Berbasis Teknologi Nuklir.

 

Tujuan Sasaran Utama BATAN Bidang Bioteknologi dan Kesehatan

Tujuan dari Sasaran Utama BATAN yaitu untuk mendukung terwujudnya Indonesia Sehat tercapai secara merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam rangka merealisasikan tujuan tersebut, BATAN (cq. PAKKMBTN) menyediakan inovasi iptek nuklir bidang kesehatan masyarakat, bimbingan implementasi inovasi, dan memberikan informasi seluas-luasnya tentang aspek keselamatan radiasi dalam pengoperasian instalasi nuklir.

 

Obyek Sasaran Utama BATAN 2005 - 2010

 

Indikator Keberhasilan

Sasaran yang dimaksud di atas dinyatakan tercapai dengan berhasil bila:

 

Target

 

Manfaat

 

Dampak

 

Kompetensi